Pasar Hamadi pusatnya belanja kerajinan khas Papua

Pasar Hamadi ini terus berkembang dengan semaikn banyaknya wisatawan lokal dan wisatawan asing.

Oleh: Ibnu Siena1 Agustus 2017 07:34

©2018 Merdeka.com
Jika berkunjung ke Papua jangan lupa kepasar Hamadi. Sebuah pasar rakyat layaknya pasar-pasar tradisional lain di kota besar. selain itu, Pasar Hamadi ini menjadi pusat yang penting dalam perputaran roda perekonomian kota Jayapura, terutama dalam hal tersedianya barang-barang kebutuhan masyarakat.
Pasar Hamadi menjadi pusat penjualan barang-barang seni ini dianggap yang paling lengkap di seluruh Jayapura dan seluruh kota-kota Papua lainnya. Hampir sebagian besar barang-barang seni khas suku-suku di Papua tersedia lengkap di Pasar ini. Wisatawan tidak lagi harus menghabiskan waktu, tenaga dan biaya yang banyak untuk mendapatkan benda-benda kenangan khas Papua.
Pasar Hamadi juga menjadi tempat terjadinya transaksi jual dan beli barang-barang kebutuhan masyarakat. Namun, ternyata tidak hanya barang kebutuhan sehari-hari saja. Ada yang hal menarik di Pasar Hamadi yang menjadi daya tarik Pasar ini bagi para wisatawan dari dalam dan luar Indonesia yaitu pasar ini sudah lama dikenal sebagai pusat penjualan barang-barang seni khas Papua.
Papua dikenal memiliki banyak sekali suku-suku asli salah satunya adalah Suku Asmat. Setiap suku memiliki budaya, gaya hidup, dan kesenian yang berbeda-beda. Tentu saja ini berpengaruh pada benda-benda seni yang mereka hasilkan dan menjadi daya tarik hebat bagi para wisatawan.
Tidak heran bila banyak sekali wisatawan yang mengunjungi kawasan Pasar Hamadi hanya untuk mencari barang-barang seni khas Papua. barang kerajinan yang dijual di pasar hamadi yaitu koteka, ukiran khas suku asmat dari yang kecil sampai tersebar, lukisan di kulit kayu, miniatur rumah papua, gendang khas papua, kalung,gelang, dan tas khas papua.
Dengan harga murah benda-benda seni ini didapat langsung dibeli dari pengrajinnya dan tanpa perantara penjual lain. Untuk lukisan kulit kayu, harga berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu tergantung ukurannya, tas dihargai sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 400 ribu, tergantung ukuran, dan harga patung khas Asmat pun beragam antara Rp 100 ribu sampai Rp 4 juta rupiah.
Keberadaan pusat seni ini tentu berpengaruh besar bagi Pasar Hamadi secara umum. Pasar Hamadi ini terus berkembang dengan semaikn banyaknya wisatawan lokal dan wisatawan asing yang membeli rajinan khas papua.(rep/Lolita Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close